Tuesday, May 22, 2012

Indonesia dalam konfersi asia afrika



A. Indonesia dalam konfersi asia afrika
    Indonesia merupakan pemrakarsa penyelenggaraan konfersi asia afrika (KAA) KAA adalah pertemuan antara negara-negara benua asia dan benua afrika. Pada waktu itu , negara-negara dibenua asia dan afrika banyak yang baru merdeka. Negara-negara tersebut berkumpul untuk menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya adalah untuk memujudkan salah satu wujud politik bebas aktif Indonesia dalam tingkat internasional. KAA merupakan salah satu upaya memujudkan perdamaian dunia.
    1. Sejarah Konfersi Asia Afrika
        Konfersi asia afrika diawali oleh konfersi Colombo, dicolombo, ibu kota negara sri lanka. Konfersi Colombo dilaksanakan tanggal 28 april – 2 mei 1954. Konfersi ini mempertemukan lima pimpinan negara asia, sebagai berikut :
-    Pandit jawaharlat Nehru (Perdana Menteri India)
-    Sir john kotelawala (Perdana Menteri Sri lanka)
-    Moh ali jannah (Perdana Menteri Pakistan)
-    U Nu ( Perdana Menteri Burma/Myanmar)
-    Ali sastroamidjojo (Perdana Menteri Indonesia)
Konfersi Colombo ini menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah kesepakatan untuk menyelanggarakan konfersi asia afrika (KAA) dalam waktu dekat. Indonesia disepakati menjadi tuan rumah konfersi tersebut. Sebelum KAA dilaksanakan, tanggal 28 -31 desember 1954 diadakan sebuah pertemuan persiapan dibogor, Indonesia. Konfersi ini dihadiri oleh wakil dari lima negara yang hadir pada konfersi Colombo sebelumnya.dalam pertemuan ini disepakati beberapa hal sebagai berikut.
-    KAA diselanggarakan dibandung pada tanggal 18 – 24 april 1955
-    Menetapkan kelima negara peserta konfersi bogor sebagai  negara – negara sponsor
-    Menetapkan 25 negara asia afrika yang akan diundang
-    Menentukan empat tujuan pokok KAA berikut ini
o    Memajukan kerja sama antarbangsa asia afrika demi kepentingan bersama
o    Membahas dan meninjau persoalan ekonomi, social, dan budaya
o    Membahas dan berusaha mencari penyelesaian masalah kedaulatan nasionalisme, rasialisme dan kolonialisme
o    Memperkuat kedudukan dan peranan asia afrika dalam usaha perdamaian dunia.
2. Pelaksanaan konfersi asia afrika
        KAA diselanggarakan dibandung , jawa barat, tanggal 18 -24 april 1955. Konfersi ini dihadiri oleh 23 negara asia  dan 6 negara afrika. Anggota konfersi dari asia adalah Indonesia, india , Burma , Pakistan , sri lanka , cina , jepang , Vietnam utara , Vietnam selatan , laos , kamboja , Thailand, Filipina , Nepal , afganistan , iran , irak , yordania , turki , Syria , Saudi arbia , dan yaman. Adapun negara – negara dari benua afrika adalah mesir , Ethiopia , Libya , sudan , Liberia , dan pantai emas ( sekarang ngana) konfersi asia afrika berjalan dengan sukses. KAA menjadi pusat perhatian dunia saat itu. Indonesia pun tidak lepas dari perhatian duni karena menjadi tuan rumah. Konfersi asia afrika menghasilkan beberapa keputusan penting. Beberapa keputusan penting tersebut sebagai berikut.
-    Memajukan kerja sama antarbangsa di kawasan asia dan afrika dalam bidang social , ekonomi , dan kebudayaan
-    Meyerukan kemerdekaan aljazair, Tunisia dan marako dari penjajahan prancis.
-    Menuntut pengembalian irian barat ( sekarang papua) ke perda Indonesia dari aden kepada yaman.
-    Menentang diskriminasi dan kolonialisme.
-    Ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian dunia.
Selain beberapa keputusan penting tersebut. Konfersi asia afrika juga mencetuskan dasasila bandung atau disebut juga “bandung declaration”
    3. Peran Indonesia dalam konfersi asia afrika
        Setelah perang dunia ke II selesai, muncul dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu blok barat dan blok timur. Sikap bangsa Indonesia terhadap adanya dua kekuatan tersebut tidak mau memihak salah satu blok. Sebagai warga negara penganut politik luar negeri bebas aktif, bangsa Indonesia mengambil jalan sendiri untuk tetap memelihara perdamaian dan meredakan, ketegangan dunia akibat perang dingin.
Salah satu upaya bangsa Indonesia untuk memelihara perdamaian dunia adalah dengan mengalangkan persatuan dengan negara – negara dikawasan asia dan afrika. Bersama dengan negara lain, yaitu india , Pakistan, sri lanka, dan Burma ( Myanmar ) bangsa Indonesia diwakili oleh ali sastroamijoyo menjadi sponsor pelaksanaan konfersi asia afrika.
    4. Pengaruh dan arti penting konfersi asia afrika
        KAA yang dilaksanakan dibandung pada tanggal 18 – 24 april 1955 mempunyai pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia khususnya dan bagi dunia pada umumnya.
-    Pengaruh KAA bagi bangsa Indonesia
o    Ditandatanganinya persetujuan dwi kewarganegaraan antara Indonesia dan RRC ( seseorang yang memegang dwi kewarganegaraan harus memilih salah satu dan tidak memilih dapat mengikuti kewarganegaraan
o    Adanya dukungan yang diperoleh , yaitu berupa keputusan KAA mengenai perjuangan merebut irian barat dalam forum PBB
-    Pengaruh KAA bagi Negara – Negara Asia Afrika
o    KAA berpengaruh besar terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa – bangsa asia afrika yang belum merdeka. Bangsa – bangsa asia afrika yang merdeka sesudah diadakannya KAA, antara lain : maroko , Tunisia , dan sudan ( 1956 ) Ghana ( 1957 ) Guyana ( 1958 ) Mauritania , mali , niger , tugo , dahomei , chad , Senegal , pantai gading, dan beberapa negara afrika lainnya ( 1960 ).
-    Pengaruh KAA bagi dunia
o    Berkurangnya ketegangan dunia
o    Amerika serikat dan Australia mulai berusaha menghapuskan ras diskriminasi di negaranya
o    Munculnya organisasi gerakan nonblok ( GNB ) yang bertujuan meredakan perselisihan paham dari blok barat dan blok timur
o    Belanda mulai kebingungan mengahadapi blok afro – asia di PBB
B. Indonesia dalam gerakan nonblok (GNB)
    Gerakan nonblok merupakan gerakan untuk tidak memihak salah satu blok kekuatan di dunia. Pendirian organisasi ini berperan dalam meredam ketegangan dunia. Keberadaan organisasi ini dapat membendung perluasan dari kedua blok yang berseteru. Gerakan ini diikuti oleh sejumlah negara termasuk Indonesia. Indonesia bukan saja sebagai negara anggota , tetapi juga pendirinya. Oleh karena itu , peranan Indonesia dalam organisasi ini cukup penting.
-    Sejarah sejarah  gerakan nonblok
Gerakan nonblok lahir ketika terdapat ketegangan kekuasaan dua negara adikuasa antara blok liberal dan komunis, ketegangan kedua blok ini semakin memuncak, sehingga mendorong terbentuknya gerakan nonblok, yaitu negara –negara yang tidak ingin masuk salah satu blok negara. Pemrakarsa terbentuknya gerakan nonblok ada lima negara, yaitu :
o    Presiden soekarno (Indonesia)
o    Perdana menteri Jawaharlal Nehru (india)
o    Presiden gama abdul nassor (mesir)
o    Presiden kwame NI rumah (Ghana); dan
o    Presiden joseph bros titc (Yugoslavia)
“gerakan nonblok ini dibentuk guna mempertahankan diri dengan jalan mempersatukan diri dalam menghadapi intervensi dan pengaruh , baik dari blok barat dan blok timur”
Adapun prinsip gerakan nonblok sebagai berikut.
o    Tidak berpihak terhadap persaingan blok barat dan blok timur
o    Berpihak kepada perjuangan anti kolonialisme
o    Menolak ikut serta dalam berbagai bentuk aliansi militer
o    Menolak ikut serta aliansi bilateral dengan negara adikuasa
o    Menolak pendirian basis militer negara adikuasa diwilayah masing – masing

-    Peran Indonesia dalam gerakan nonblok

Keikut sertaan Indonesia dalam GNB disebabkan kesesuaian prinsip GNB dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif.  Indonesia berkeyakinan bahwa perdamaian hanya tercipta apabila tidak mendukung pakta militer atau aliansi militer. Hal ini berarti GNB dianggap  paling tepat. Berikut ini peran Indonesia dalam GNB.
o     Indonesia berperan sebagai pelopor berdirinya GNB. Sejak dalam gagasan pembentukan GNB , Indonesia sudah berperan penting . bersama Jawaharlal Nehru yang juga pelopor KAA , presiden soekarno mengagas pembentukan GNB . akhirnya bersama empat pemimpin negara india.
o    Dalam KTT GNB X tahun 1992, Indonesia berperan sebagai tuan rumah penyelanggaran KTT dan presiden soeharto bertindak sebagai ketua GNB.
o    Indonesia memprakarsai kerja sama teknis dibeberapa bidang misalnya bidang pertanian dan kendudukan

o    Indonesia mencetuskan upaya menghidupkan kembali dialog uatara- selatan
C. Indonesia dalam perserikatan bangsa – bangsa (PBB)
-    Sejarah perserikatan bangsa – bangsa (PBB)
Organisasi PBB secara resmi lahir pada tanggal 24 oktober 1945. Organisasi ini digagas oleh lima negara besar yaitu amerika serikat, inggris , prancis , rusia, dan cina. Berdiri PBB diawali dari pembicaraan antara PM inggris Winston Churchill dan presiden AS franklin Delano Roosevelt pada tanggal 4 agustus 1941 ol kapal augusta. Pembicaraan tersebut menghasilkan piagam atlantik (atlantic charter)
    Organisasi PBB mempunyai tujuan berikut :
o    Mememlihara perdamaian dan keamanan internasional
o    Mengembangkan hubungan persaudaraan antarbangsa
o    Mengadakan kerja sama sama internasional
o    Sebagai pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian

-    Badan – badan Utama PBB
Sebagai organisasi dunia PBB mempunyai enam badan utama yang dibentuk untuk  membantu menjalankan tugas – tugasnya.
o    Majelis umum ( general assermbly)
o    Dewan keamanan ( Security Council)
o    Dewan ekonomi dan social (economic and social council)
o    Dewan perwalian (trusteeship council)
o    Mahkamah internasional (internasional count of justice)
o    Secretariat
D. Normalisasi hubungan dengan Malaysia
Hubungan diplomatic indonesia dengan melaysia pernah terputus. Pada tanggal 29 mei – 1 juni 1966 diadakan perundingan di Bangkok. Indonesia di wakili adam malik (mentri utama/mentri luar negeri) dan malasiaya oleh tuan Abdul Rajak wakil perdana mentri/mentri luar negari ).
o    Rakyat sabah dan serawak diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah di ambil mengenai kedudukan meraka dalam federasi Malaysia
o    Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatic
E . Indonesia dalam APEC ( Asia Pasific Economic Cooperation )
APEC merupakan forum kerja sama ekonomi antarnegara dikawasan asia dan pasifik, yang berdiri di Canberra, Australia pada bulan desember 1989 , atas prakarsa perdana menteri Australia Bob hawke. Tujuan forum ini antara lain memperkuat pertumbuhan ekonomi. Peran Indonesia dalam APEC , yaitu pernah menjadi ketua APEC periode 1994 – 1995 di seatlle hal tersebut bukti bahwa Indonesia mempunyai peranan penting dalam organisasi internasional APEC dalam upaya menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi dan berupyaya menciptakan perdamaian dunia

A. Pengertian Politik Luar Negeri
Politik luar negeri adalah araha kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan nengara lain. Politik luar negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diabadikan bagi kepentingan nasional dalam lingkup duni internasional setiap negara mempunyai kebijakan politik luar negeri yang berbeda – beda .kebijakan suatu negara dipengaruhi oleh factor luar negeri dan factor dalam negeri.
-    Factor luar negeri
Misalnya akibat globalisasi. Dengan globalisasi seakan akan dunia ini sangat kecil dan begitu dekat. Maksudnya dunia ini seperti tidak ada batasnya. Hubungan satu negara dengan negara lainnya sangat mudah dan cepat. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang ini. Peristiwa peristiwa yang terjadi di negara lain dengan mudah diketahui oleh negara lain.

-    Factor dalam negeri
Factor dalam negeri juga akan mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara. Misalnya sering terjadinya pergantian pemimpin pemerintahan. Setiap pemimpin pemerintahannya mempunyai kebijakan sendiri terhadap politik luar negeri
B . Politik Luar Negeri Bebas Aktif
-    Pengertian luar negeri bebas aktif
Dalam mengikuti peraturan dunia. Negara Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Politik luar negeri pertama kali dicetuskan oleh Drs. Moh Hatta, wakili presiden RI yang pertama. Dasar politik terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “ ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan , perdamaian abadi , dan keadilan social “
-    Tujuan Politik Luar negeri Bebas aktif
o    Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara
o    Memperoleh barang – barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbaiki kemakmuran rakyat
o    Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan dan Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat – syarat yang diperoleh untuk memperbesar kemakmuran rakyatnya.
o    Meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa sebagai pelaksanaan cita yang tersimpul didalam pancasila

-    Landasan politik luar negeri Indonesia
Adapun landasan politik luar negeri Indonesia adalah sebagai berikut
o    Landasan idiil
o    Landasan konsitusional
o    Landasan operasional
-    Factor – factor yang mempengaruhi dalam menentukan rumusan politik luar negeri

Ada beberapa factor yang menentukan perumusan politik luar negeri , sebagai berikut.
o    Jumlah penduduk yang sangat besar dapat merupakan kekuatan jika kondisi optimal menjadi pemersatu. Jika tidak dapat dipersatukan , kita akan mudah dipengaruhi bangsa lain
o    Situasi internasional adanya kesenjangan yang sangat besar diantara negara maju dan negara berkembang
o    Kepentingan nasional harus selaras dengan politik luar negeri. Orientasi negara kita adalah dalam pembangunan nasional . khususnya pembangunan ekonomi

-    Perwakilan republic Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain
Untuk mengadakan hubungan dengan luar negeri , pemerintah memerlukan perwakilan
o    Kementerian luar negeri
o    Perwakilan diplomatic
o    Perwakilan konsuler


Terima kasih dan salam blogger . jangan lupa sering sering berkunjung .
supaya dapat informasi terbaru

NO SPAM
NO LINK AKTIF
NO IKLAN
NO PROMOSI BB Hahahaha :D