PERBEDAAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN

       Perbedaan utama antara demonstrasi dan eksperimen, terletak pada pelaksanaan. Demonstrasi hanya mempertunjukkan sesuatu proses di depan kelas, sedangkan eksperimen memberi kesempatan kepada siswa melakukan percobaan sendiri tentang proses yang dimaksud.
Jadi metode ini mempunyai kadar keaktifan cukup tinggi dibandingkan dengan demonsrasi. Demonstrasi itu sendiri bila dirangkaikan dengan eksperimen dapat mempertinggi efektifitas pengajaran yang dilaksanakan.
Sebenarnya metode apa yang paling cocok

dalam suatu proses pembelajaran, bukanlah menjadi persoalan. Sebab penerapan metode juga harus disesuaikan dengan kondisi siswa.
Meskipun sebagian besar guru tidak melihat hubungan antara metode dengan basis sosial. Mereka melupakan hubungan cara berpikir dengan basis sosial. Metode sebagai hasil dari cara berpikir dan cara berpikir merupakan hasil jawaban manusia atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam alam sekitar.
Dengan adanya pendapat itu, nampaklah bagaimana pentingnya hubungan antara cara berpikir yang dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk diciptakannya metode, dengan kondisi sosial yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat.

Dan dalam proses pendekatan ini peranan dunia pendidikan sangat dibutuhkan.
Di samping itu penerapan multi metode dan media dalam proses pembelajaran menuntut variatifnya pula penerapan penilaian. Artinya bahwa penilaian tidak hanya sekedar mengukur hasil yang diperoleh, melainkan juga bagaimana mengukur keikutsertaan siswa dalam proses pembeajaran itu. Termasuk misalnya latihan penerapan sopan santun, perilaku, diskusi, penerapan pendekatan fragmentis, dan semacamnya.
Dari uraian dan contoh di atas dapat disimpulkan, bahwa:


1) Setiap proses belajar yang dilaksanakan dengan penuh perhatian terhadap pelajaran maka hasilnya akan lebih baik.
2) Upaya guru menumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain :
a) Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman, kebutuhan, cita-cita, bakat, atau minat siswa.
b) Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. Umpamanya: penggunaan metode mengajar yang bervariasi, penggunaan media, tempat belajar tidak terpaku hanya di dalam kelas saja.

Guru perlu pula mengemukakan, upaya-upaya apa yang harus dia lakukan untuk :
1) Menarik perhatian siswa dengan cara mengaitkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka)
2) Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar)
Seperti telah dibahas di depan, bahwa belajar itu sendiri adalah aktivitas, yaitu aktivitas mental dan emosional. Bila ada siswa yang duduk di Kelas pada saat pelajaran berlangsung, akan tetapi mental emosionalnya tidak terlibat aktif di dalam situasi pembelajaran itu, pada hakikatnya siswa tersebut tidak ikut belajar.
Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar, guru harus berusaha meningkatkan kadar aktivitas belajar tersebut.****








0 Response to "PERBEDAAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN"

Post a Comment

Terima kasih dan salam blogger . jangan lupa sering sering berkunjung .
supaya dapat informasi terbaru

NO SPAM
NO LINK AKTIF
NO IKLAN
NO PROMOSI BB Hahahaha :D